Kesehatan

Bahaya Mendiagnosis Penyakit Lewat Internet

Hisfarsi Indonesia | Jumat, 25 Januari 2013 - 01:18:13 WIB | dibaca: 475 pembaca

Apakah Anda mengunjungi "dokter Google" lebih sering dari dokter di klinik? Anda tidak sendiri. Dalam sebuah survei tahun lalu di Amerika diketahui bahwa 35 persen responden mencocokkan gejala penyakitnya di internet dan mendiagnosis dirinya sendiri.

Masih menurut survei yang dilakukan The Pew Research Center's Internet & American Life Project itu, sekitar 41 responden mengatakan diagnosis sendiri itu ternyata dikonfirmasi kebenarannya oleh dokter.

Tetapi, sekitar satu dari tiga responden mengaku tidak pernah pergi ke dokter untuk mencari opini kedua. Malahan, 18 persen responden mengatakan bahwa upaya mendiagnosis sendiri itu ternyata salah ketika ditanyakan ke dokter.

Meski survei yang melibatkan 3.000 responden itu sebenarnya dilakukan untuk mengetahui siapa yang mencari informasi kesehatan secara online, tetapi para profesional medis merasa khawatir dengan tren itu.

"Rata-rata tiap orang mengunjungi empat situs lalu memutuskan ia menderita kanker dan akan segera meninggal. Padahal, di internet banyak informasi yang keliru," kata Rahul K Khare, dokter unit gawat darurat dari Northwestern Memorial Hospital.

Menurut Khare, ia sering menemukan pasien yang hidupnya menjadi penuh kecemasan karena mereka merasa menderita penyakit berat setelah mencocokkan gejala yang dirasakannya dengan informasi di internet. (sumber: kompas.com)










Komentar Via Website : 2
RebChunseQB
05 Juni 2019 - 00:17:03 WIB
Buy Liquid Doxycycline [url=http://viaonlineusa.com]viagra[/url] Zoloft 5mg No Prescription Online Pharmacy Without Perscriptions
RebChunseQB
16 Juni 2019 - 16:20:15 WIB
Does Levitra Really Work Priligy Generico 30 Mg [url=http://cialcost.com]cheapest cialis[/url] Priligy 30 Mg Ou 60 Mg Cheapeast Generic Progesterone Best Website Worldwide On Line Buy Amoxicillin Online In Uk
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)